Home » , , » CARA MENCUCI HELM

CARA MENCUCI HELM

gambar helm half face
Helem adalah Salah satu perlengkapan yang harus dipakai oleh pengendara sepeda motor sebagai pelindung kepala dari benturan dengan benda asing mulai dari angin, debu sampai benda keras lainnya yang mungkin terjadi saat terjadinya kecelakaan lalu lintas saat pengerndara atau penumpangnya terjatuh dari sepeda motor.

Dari awal pembuatannya sampai sekarang ini telah banyak diproduksi berbagai bentuk dan fariasi helm sesuai kebutuhannya masing-masing, sehingga selain untuk keselamatan pemakainya helm juga dipakai sebagai penambah penampilan pengendara motor.

Dengan diberlakukannya undang-undang lalu lintas tentang kewajiban pemakaian helm oleh pengendara
kendaraan bermotor dan penumpangnya maka hampir semua pengendara memakai helmnya setiap mereka mengendarai motor. dengan seringnya helm dipakai maka tak elak lagi helm tersebut terkena debu dan keringat pemakainya sehingga bagian dalam helm terlihat kotor dan bau ditambah lagi bila menghadapi musim penghujan maka helempun sering basah oleh air hujan.

sebagian orang yang ingin helemnya bersih akan menyerahkan proses pencucian helemnya ke tempat-tempat
pencucian helm, memang dengan begitu kita tidak akan terlalu repot asalkan punya uang maka masalah helempun dapat teratasi. Tetapi sebenarnya bila kita mencuci sendiripun tidaklah sulit asalkan kita mau, dengan sedikit peralatan yang ada di rumahpun dapat menghasilkan hasil pencucian yang tak kalah oleh tempat-tempat pencucian helm yang profesional.

Zaman berganti teknologipun berkembang, helm masa kini diproduksi dengan mengacu pada kemudahan untuk diperbaiki bila rusak dan kemudahan untuk dibongkar pasang agar mudah dalam mencuci atau membersihkannya. Coba perhatikan bagian dalam helem, sangat mudah untuk melepaskan bagian-bagiannya, helm zaman sekarang  telah dilengkapi dengan kancing cetet untuk menggabungkan bagian-bagian bantalan busa yang berada pada bagian dalam helem, dengan sekali tarik maka bagian tersebut dengan mudahnya terlepas.

Mencuci helm tidaklah sulit, hampir sama dengan mencuci pakaian atau mencuci benda lain yang jarang
mendapat perhatian untuk dicuci dan mencuci helem lebih praktis dan tidak terlalu mengeluarkan banyak
tenaga, untuk lebih jelasnya silahkan simak uraiannya di bawah ini:
  1. Lepaskanlah bantalan pada kedua sisi kiri dan kanan bagian dalam helem, bagian inilah yang bersentuhan dengan daerah sekeliling telinga saat kita menggunakan helem.
  2. Lepaskanlah kaca pelindung dan plastik pelindung cahaya yang berada di atas helm(khusus tipe half face) dengan cara: lepaskanlah penutup baud yang berada di sisi luar kanan dan kiri helm kemudian lepaskan baudnya menggunakan obeng(minus atau plus, disesuaikan dengan bentuk kepala baud) lalu pisahkan kaca helm, pelindung cahaya, dari helem. Bila baud telah terlepas maka bantalan helem yang berada di dalam dapat dilepaskan dari batok helem, tapi bila anda merasa kesulitan maka bantalan yang berada di dalam tidak usah dilepas.
  3. Siapkan air dalam wadah yang agak besar, misalnya jolang plastik, campurkan deterjen lalu aduk hingga larut bersama air. Rendamlah Semua bantalan helem kira-kira setengah jam lalu bersihkan kotoran yang menempel menggunana sikat halus.
  4. Setelah semua bantalan bersih lakukanlah pembilasan berulang kali dengan cara merendamnya dalam air bersih sambil meremas-remas semua bantalan sampai tidak ada lagi buih yang keluar.
  5. Untuk menghilangkan bau maka rendamlah bantalan helm di dalam air yang telah dicampur pewangi pakaian kemudian diperas sampai semua air terlepas.
  6. Proses selanjutnya adalah pengeringan, gunakanlah pengering rambut(hair dryer) dengan menggunakan tombol pilihan low untuk menjaga lapisan/bantalan yang berbahan stereo foam agar tidak meleleh, janganlah menyemprokan udara panas dengan terus menerus pada satu bagian tapi beralihlah ke bagian lain dan aturlah jarak hair dryer dengan helem untuk menjaga kerusakan pada bantalan helem. 
  7. Cara pengeringan yang paling bagus adalah dengan sinar matahari langsung agar proses pengerinagn terjadi dengan alami bukan dengan cara dipaksa.  


Artikel Terkait:

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan berkomentar dengan kata-kata yang sopan, dilarang menyertakan link aktif. maaf, komentar tidak akan langsung dibalas karena Saya tidak selalu online. terimakasih atas kunjungannya.