5 Hal Penting Dalam Menggunakan Oven Microwave

5 Hal Penting Dalam Menggunakan Oven Microwave

Oven Microwave
Memasak menggunakan oven microwave (ketuhar microwave) adalah salah satu cara memasak yang cepat dan praktis, karena masakan dapat dengan mudah dan cepat diasjikan. Namun dalam memasak, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan agar makanan tetap sehat dan bebas dari kontaminasi bakteri.

Berikut ini lima hal penting yang harus diperhatikan dalam menggunakan oven microwave agar microwave tidak cepat rusak dan makanan tetap sehat.

1. Jangan Memanaskan Makanan Bayi - ASI yang dipanaskan dengan cara dimasukkan ke dalam oven microwave akan mengkakibatkan teksturnya dapat mengental dan akan kehilangan nutrisi. bukan saja ASI, susu atau makanan apapun sebaiknya jangan dipanaskan ke dalam microwave.

2. Pastikan Makanan Bebas Mikroba - Menurut beberapa penelitian, bahwa mikroba dapat mati minimal dengan suhu 70 derajat C, maka dari itu dalam makanan yang dipansakan dalam mikrowave harus benar-benar melewati suhu tersebut, selain itu pastikan juga panas merata ke seluruh bagian makanan.

3. Perhatikan Saat Proses Pelumeran Makanan Beku - Pastikan untuk membuka pembungkusnya terlebih dahulu ketika Anda ingin mencairkan makanan beku dalam microwave . Untuk mencegah timbulnya bintik-bintik cokelat pada permukaan makanan, sebaiknya Anda keluarkan dulu makanan beku dari microwave sebelum makanan tersebut mulai menghangat.

4. Jangan Terlalu Panas - Dalam memasak menggunakan microwave sebaiknya hindari penggunaan suhu yang terlampau panas. Untuk mengantisipasainya, Anda dapat menggunakan wadah bermulut lebar agar tidak ada pemanasan dan uap berlebih.

5. Jangan Terlalu Lama Memanaskan - Dengan terlalu lama memanaskan makanan dalam microwave mengakibatkan makanan menjadi agak kecokelatan dan berkerak permukaannya. Hal tersebut dapat merusak penampilan makanan, selain itu dapat dapat juga mengakibatkan makanan kehilangan nutrisi.
Read More
Mengenal Berbagai Jenis Kain

Mengenal Berbagai Jenis Kain

Kain sutera
Pakaian yang kita kenakan sehari-hari terbuat dari beberapa jenis kain/bahan. Satu dengan yang lainnya memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda-beda. Di bawah ini akan dijelaskan beberapa jenis kain yang umum digunakan di Indonesia sebagai bahan dasar pembuat pakaian/baju.


Kain Katun (Cotton)

Kain Katun (Cotton) adalah jenis kain rajut (knitting) yang berbahan dasar serat kapas. Salah satu ciri kain katun adalah apabila kain katun dibakar maka baunya seperti kertas atau kayu dibakar dan akan menjadi abu. Kain katun adalah jenis kain yang nyaman dipakai karena memiliki beberapa keunggulan seperti: mudah menyerap keringat, tidak kisut atau kusut apabila di cuci, tidak luntur untuk bahan berwarna, mudah di sablon, dan tidak berbulu.


Kain PE (Poly Ester)

Kain ini dikenal dengan nama dagang Terylene , Dacron, Trivera, Tetoron. Kain PE adalah kain yang tingkatnya berada di bawah katun, bahan dasarnya adalah benang polyester. Untuk kain kaos yang berbahan PE bentuk dan teksturnya hampir mirip dengan kain kaos yang berbahan dasar katun (Cotton). Cara mudah membedakannya adalah mirip kain PE apabila dibakar maka baunya seperti plastik dibakar, jalan apinya cepat dan akan menjadi arang.

Keunggulan: Murah, kain polyester tahan terhadap pelarut organic dan pencucian kimia / dry cleaning, serta mempunyai ketahanan yang sangat baik terhadap bakteri dan jamur.

Kelemahan: Pada beberapa jenis PE untuk bahan kaos, kain ini rawan kisut apabila dicuci dan mudah luntur. Pada jenis PE untuk bahan Sweater, biasanya suka berbulu sesudah beberapa kali dicuci.

Baca: Begini Cara Merawat Sweater Yang Benar


Chiffon

Merupakan kain yang terbuat dari sutra katun rayon atau serat sintetis. untuk membuatnya dibutuhkan cara menenun khusus. Meskipun bahan ini terkadang agak panas untuk digunakan, namun bahan chiffon memberikan tampilan sensasi yang menawan dan mewah pada si pemakainya.


Brokat

Brokat atau brocade, berasal dari kata broccato yang berarti kain yang disulam, merupakan jenis kain yang selalu menghadirkan pesonanya sendiri saat digunakan. Kesan mewah dan elegan pun langsung terpancar lewat pilihan pakaian berbahan brokat ini. Kemewahan dan pesona brokat ini menjadikan kain yang satu ini seringkali digunakan untuk momen-momen penting seperti gaun pengantin. Saat ini tidak hanya gaun pengantin atau gaun malam saja yang dihiasi dengan sentuhan brokat yang menawan, tetapi juga untuk fashion items lainnya mulai dari atasan, bawahan, sepatu, dan aksesoris cantik.


Kain Lacoste

Adalah kain jenis bahan yang biasa digunakan untuk membuat kaos POLO/kerah/ Wangki.


Polymide /Nylon

Selain Polymide /Nylon, kain ini dikenal juga dengan nama:  trilobal atau antron, rislan, nomex, perlon, caprolan dan amilan, dan lainnya. Kain ini memiliki Sifat kekuatan dan elastisitas serta ketahanan sangat baik, tahanan terhadap serangan jamur, bakteri dan serangga. Namun bahan ini memiliki kekurangan yakni daya serap lembab yang rendah. Nilon dapat  dicuci dengan sabun alkali dan tahan terhadap pencucian kimia/dry cleaning. Bahan nilon tidak tahan panas tinggi, pada suhu setrika 180°C nilon mulai lengket dan rusak pada suhu 230°C dan meleleh pada suhu 250°C.


Akrilit

Adalah merupakan bahan untuk membuat kemeja. Biasanya dikombinasikan dengan rompi berbahan Light Weight Wools.


Cashmere (Kasmir)

Nama cashmere diambil dari nama dataran tinggi Kashmir di India. Di sana banyak terdapat kambing-kambing yang menyumbangkan bulu indahnya untuk bahan kain yang satu ini. Warna dasarnya hitam, cokelat dan putih, namun dengan melalui beberapa proses, saat ini warnanya lebih beragam. Cashmere yang terkenal berasal dari Mongolia dan China, bahan tersebut pada umumnya dijadikan rajutan yang sangat cantik dan memberikan kehangatan.

Bahan Cashmere tergolong mewah, dengan kualitas prima, dan harga tergolong mahal. Semakin sering di cuci, bahan ini akan semakin halus, tetapi perhatikan dulu, tidak sembarang cuci karena mencucinya pun dilakukan dengan shampo.


Lycra

Dikenal juga dengan istilah spandex. Lycra adalah jenis serat sintetis yang terkenal memiliki elastisitas lebih baik dari rubber. Kain Lycra bisa mencapai tingkat elastisitas dengan tarikan sampai 500%. Hal ini karena Lycra/spandex dibuat dari polymer, yang mengandung polyurethane (sejenis material yang sangat lentur). Spandex yang bagus memiliki pori-pori yang mampu menyerap keringat. Biasanya dipergunakan untuk bahan baju olahraga.

Lycra biasanya dipadukan dengan bahan pakaian lainnya, karena kandungannya hanya beberapa persen saja. Mempunyai sifat elastisitas yang tinggi, kuat dan memiliki ketahanan gosokan yang tinggi.


Leather dan Suede

Kedua bahan ini sama-sama terbuat dari kulit. Yang membedakan adalah asal dari kulit tersebut, Leather dibuat dari kulit luar, sementara Suede dibuat dari bagian kulit dalam.

Bahan kulit ini ada yang terbuat dari bahan asli hewan seperti: kulit ular, kulit buaya, kulit sapi, kulit katak, kulit kerbau dan lain-lain. Serta ada yang sintetis (buatan). Semua bahan kulit ini membutuhkan perawatan khusus, seperti menyimpan di tempat yang tidak terlalu lembab agar tidak berjamur, menjaga kelembaban bahan agar kulit tidak pecah serta tidak menjemur langsung di bawah sinar matahari. Selain itu cara membersihkannyapun dengan cara khusus, misalnya dengan menggunakan lotion.

Baca: Cara Merawat dan Mencuci Jaket Kulit


Wol

Kain wol terbuat dari bulu domba yang diolah. Bahannya cukup berat, hangat dan halus. Bahan ini biasa digunakan sebagai jaket, mantel, sweater atau syal. Sedangkan lightweight wool, seperti namanya, merupakan wool yang lebih ringan, namun tetap hangat.


Paragon

Merupakan kain berpori penyerap keringat yang halus seperti kapas. Umumnya digunakan untuk bahan pembuatan Baju Basket.


Baby Terry

Baby terry merupakan kain yang tergolong cukup tebal, namun halus dan tidak berbulu. Bagian dalamnya lembut seperti selimut. sweater biasanya menggunakan jenis kain ini.


Aston

Adalah bahan yang agak licin, biasanya digunakan dalam pembuatan Jas.


Kanvas

Sering disebut juga sebagai kain tenun, Kanvas adalah bahan yang tebal dan kasar. Karena memiliki sifat yang tahan lama, maka kain ini biasanya digunakan untuk pembuatan jaket.


Tenun (Woven) 

Kain yang di buat dari hasil penyilangan dua benang dengan cara di tenun/ dianyam. Ciri dari Bahan woven adalah tidak dapat di tarik.


Knit (Rajutan)

Knit (Rajutan) adalah kain yang dibuat dari jeratan - jeratan benang /mengaitkan benang dengan benang , sering di sebut kain rajut. Dapat di tarik atau elastis adalah ciri dari kain ini


Rayon Viscose

Adalah serat semi sintetik, Rayon Viscose mempunyai kenyamanan dalam pemakaian yang sangat baik pada berbagai kondisi karena bahan bakunya didapat dari alam yaitu kayu yang mempunyai kadar selulosa tinggi.


Denim

Kain yang memiliki sejarah penemuan panjang, dikenal juga dengan bahan jeans, kain ini termasuk jenis yang kuat, tahan lama dan tak lekang oleh waktu dari mulai ditemukannya sampai sekarang. Bahan jeans ini digunakan mulai dari atasan, bawahan, sepatu, tas, hingga beragam aksesoris menarik lainnya.

Baca: 
Sejarah Singkat Jeans
Cara Mencuci Celaan Jeans


Linen

Adalah Kain cantik yang berkerut. Linen (lenan) merupakan bahan yang terbuat dari serat tumbuhan rami (Linum usitatissimum). Biasanya diguakan untuk membuat pakaian. Linen sering digunakan dalam membuat pakaian ringan dan taplak meja.


Satin

Jenis kain ini sangat mudah dikenal, yakni pada permukaannya mengkilap dan bagian belakangnya suram, tetapi ada juga yang kedua sisinya mengkilap seperti satin de Lyon. Kilap satin berasal dari bahan sutra yang digunakan.Teknik penenunnya yang khas mengakibatkan adanya jalinan yang sangat minim pada kain. Satin biasa digunakan untuk membuat jaket bisbol, celana atlet, celana boxer, gaun pesta, gaun pengantin, lingerie, kemeja, dasi, tas (khususnya yang berbentuk clutch), juga sepatu.
  (sumber: Zaizza Moeslem)
Read More