Tips Merawat Kemeja Flanel yang Benar

Tips Merawat Kemeja Flanel yang Benar

Kemeja Flanel
Kemeja planel adalh sejenih baju kemeja yang terbuat dari bahan lembut berbulu namun lebih tipis dari selimut. Kemeja planel biasanya dipakai saat musim hujan untuk menghangatkan badan. Namun, kemeja planel juga dapat diidentikan dengan orang yang suka travel, khususnya para pencinta alam yang sering naik turun gunung.

Dengan berbagai manfaat yang dapat kita rasakan saat memakainya maka sudah seharusnya kita menjaga kualitas. Salah satunya adalah agar kain flanel tidak mudah luntur, berbulu dan memiliki warna yang abadi. Berikut ini beberapa carauntuk merawat Kain kemeja flanel dari mulai cara mencuci hingga teknik penyimpanan.


Cara Mencuci 
  1. Rendam kemeja flanel dalam air dingin (cold water), yang telah dicampur deterjen ( gunakan yang berfungsi melembutkan untuk menjaga kain flanel agar tidak mudah rontok). Merendam usahakan jangan terlalu lama, anda dapat merendamnya sekitar 15 menit saja. Kemeja flanel dapat direndam bersamaan dengan pakaian lain yang warnanya sejenis.
  2. Lakukan tahap mencuci, gunakan tangan anda seperti mengucek atau membilas. Hindari penggunaan sikat yang dapat membuat kain flanel berbulu. Bila terpaksa menggunakan mesin cuci, sebaiknya sebentar saja dengan putaran lambat.
  3. Keringkan flanel menggunakan mesin pengering pada mesin cuci atau, gunakan setting-an low heat.

Cara Menjemur

Setelah melakukan pencucian dan pengeringan, kain flanbel dapat dijemur langsung dibawah sinar matahari, bolak balik kemeja flanel untuk mengurangi pudarnya warna.


Cara menyetrika

Untuk menjaga agar warna flanel tetap bagus, saat menyetrika, lakukan hanya pada bagian dalamnya saja. Agar tidak kusut, ikutilah alur kain yang sudah ada.


Penyimpanan

Jika anda sudah selesai menyrtika maka kemeja flanel dapat disimpan di lemari pakaian dengan cara dilipat atau digantung.
Read More
Tips Memilih Jeans Yang Tepat

Tips Memilih Jeans Yang Tepat

Celana Jeans
Jins (atau jengki pada tahun 1950-an) adalah sejenis celana yang dibuat dari bahan yang keras dan kuat yang disebut denim. Jins sering dikenakan sebagai pakaian kerja. Jins diperkenalkan di Amerika Serikat oleh Levi Strauss pada tahun 1872. Pada akhir 1800-an, jins dikenakan oleh buruh tambang dan saat itu bahan yang digunakan adalah berasal dari kain terpal.

Hampir semua orang memilih jeans untuk menemani aktifitasnya sehari-hari baik itu remaja ataupun dewasa, mungkin karena jeans terbuat dari bahan yang kuat dan mudah untuk dipadukan dengan bahan lainnya. Mungkin diantara kita ada yang belum tahu kalau jeans ini dahulunya adalah pakaian yang digunakan oleh para pekerja kasar di Amerika seperti pendulang emas, pekerja tambang atau tukang bangunan.

Untuk bahan pakaian lain mungkin sudah menjadi image di kalangan tertentu saja atau hanya bisa dipakai di daerah atau iklim tertentu saja, seperti kain sutera yang yang identik dengan kaum menengah ke atas atau cotton yang cocok dipakai di negara dengan iklim tropis, tetapi tidak untuk jeans, bahan ini termasuk yang mampu beradaptasi dengan iklim apapun, di negara manapun, bahkan tingkat ekonomi apapun, sehingga jeans dapat dipakai di belahan dunia manapun. Di musim panas bisa, musim dinginpun bisa. Pemakainyapun bukan hanya kalangan menengah ke atas saja, dan uniknya lagi tua ataupun muda cocok memakai bahan jenis jeans ini. Berikut adalah hal-hal yang perlu Anda perhatikan saat memilih sepotong celana jeans.


Pertimbangkan kapan Anda akan mengenakannya.

Selain soal kenyamanannya, mempertimbangkan kapan dan di mana Anda akan mengenakan jeans akan membuat proses memilih menjadi lebih mudah. Misalnya, jika Anda ngantor dengan mengenakan pakaian yang lebih formal maka jeans Anda hanya akan dikenakan pada waktu santai Anda saja. Oleh karena itu, Anda bisa lebih memilih jeans yang lebih eksperimental untuk dibeli.

Namun bila Anda bisa mengenakan jeans untuk bekerja maka Anda harus mempertimbangkan gaya yang lebih konservatif dan tentu saja durabilitas yang lebih baik karena bisa jadi Anda akan mengenakan jeans setiap hari. Selain itu, keserasian atau kepadanan dapat juga sebagai pilihan misalnya saja potongan jeans yang dipilih cocok dengan koleksi sepatu Anda, seperti sneakers, boots atau pun sepatu yang lebih formal.


Pemilihan warna

Agar Jeans anda dawat bertahan dipakai dalam jangka waktu lama, sebaiknya pilih warna yang abadi. trend yang terjadi setiap waktu dapat berubah atau berulang, Anda dapat memiliki jeans yang akan tetap terlihat stylish selama bertahun-tahunseperti tiga contoh jeans klasik di bawah ini:
Original blue jeans: Awalnya jenis ini dikenakan oleh para pekerja lapangan, namun sekarang sekarang menjadi pakaian yang dapat anda gunakan kapanpun.
Slightly faded blue jeans: Jenis ini memiliki warna yang cocok dipadukan dengan kaus dan kemeja santai.
Dark denim: Dark denim memiliki warna yang lebih gelap, dapat dipadukan dengan kemeja putih oxford saat ke kantor atau jaket kulit untuk tampilan yang lebih maskulin saat akhir pekan.


Memilih potongan yang tepat

Meskipun anda mengggunakan jeans yang berbahan bagus atau mahal maka jeans anda akan terlihat jelek saat dikenakan karena potongannya tidak sesuai dengan tipe badan Anda. Agar hal itu tidak terjadi maka pastikan jeans anda tidak terlalu ketat di bagian kaki, selangkangan, dan pinggang. Anda juga harus memastikan ia terlihat bagus dari belakang. Jika tidak yakin, coba jenis potongan lainnya.

Kain atau bahan jeans memiliki sifat yang cenderung menyusut setelah dicuci, maka hindari membelinya dengan ukuran yang terlalu pas. untuk itu, pilihlah yang agak longgar karena selain umurnya yang bisa tahan lama – dengan kemungkinan timbangan Anda bertambah – Anda juga dapat melakukan beberapa modifikasi sesuai dengan yang diinginkan.
Read More
Pengertian & Arti Fleece

Pengertian & Arti Fleece

Kain Fleece
Kain Fleece
Fleece adalah salah satu jenis kain hasil produksi tekstil. Fleece merupakan bahan yang memiliki lapisan serat seperti kapas pada salah satu permukaannya. Bahan Fleece memiliki sifat hangat namun tidak panas sehingga nyaman dipakai, oleh karena itu para industri garment sering menggunakan bahan Fleece untuk pembuatan jaket, sweater, jumper, dan lain-lain. Karena. Bahan Fleece sendiri memiliki bermacam jenis, seperti Fleece Katun dan Fleece Polyester.

Fleece adalah hasil akhir dari produk tekstil yang merupakan imitasi dari wol. Ada banyak jenis fleece, diantaranya fleece polyester, fleece cotton, fleece micro, fleece polar, fleece bamboo dll. Karena imitasi dr wol, otomatis fleece memiliki kehangatan dan kelembutan yg dirancang agar sama seperti wol. Dalam dunia per-clothing-an, para insinyur clothing banyak yg menggunakan bahan fleece untuk diaplikasikan menjadi sebuah produk seperti jumper (atau bahasa inggrisnya hoodie), jaket, dan celana.

Jenis Fleece yang banyak digunakan dalam dunia perclothingan adalah fleece cotton. Varian ini tersusun atas campuran serat cotton (katun) 80 persen yang berpadu dengan serat wol sekitar 20 persen. cirikhas dari fleece adalah memiliki benang yang lebih ringan dan bercahaya (lebih cerah) dibandingkan bahan lain dengan warna yang sama. Fleece lembut untuk digunakan, dan katun fleece adalah varian yang terkenal paling lembut dan nyaman. Sehingga dengan tekstur yang lebih halusmenarik para pengguna produk fleece.

Fleece cotton menjadi bahan yang baik karena saat dipakai, mampu menguapkan keringat melalui pori pori dengan cepat, sehingga sweater katun fleece tetap ringan dikenakan saat berkeringat. Begitu juga saat diaplikasikan ke dalam celana training (sweatpants), membuat pengguna tidak mudah kepanasan karena sirlulasi udara pada fleece terjadi dengan sangat baik.

jaket Fleece
Kelebihan dan kekurangan
  • Kekurangan Fleece cotton (dan fleece lainnya secara umum) yaitu mudah terbakar dan cenderung menghasilkan jumlah listrik stratis yang jauh lebih tinggi dibandingkan kain dari bahan lain. 
  • Sementara itu, dibalik kekurangannya, fleece memiliki kelebihan yaitu hangat namun tidak panas , lembut, ringan, halus, dan nyaman.

Referensi: Cahlan Maghribi, "FLEECE? apa itu?"
Read More